<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Peran Kecerdasan Emosional sebagai Moderator antara Perilaku Mengganggu Siswa dan Kesejahteraan pada Guru di Sekolah Inklusi

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Adanya perbedaan individual baik dalam segi kognitif, afektif maupun psikomotor diantara para siswa di sekolah inklusi, memungkinkan potensi munculnya perilaku-perilaku yang tidak diharapkan muncul di dalam kelas. Perilaku siswa yang tidak diharapkan muncul atau student misbehavior diketahui memiliki hubungan dengan kesejahteraan subjektif seorang guru, dimana hal tersebut berkaitan dengan motivasi dan hasil belajar siswa serta kualitas mengajar guru selama di kelas. Penelitian ini melibatkan 176 guru yang mengajar di sekolah inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari skala Teacher Subjective Well Being Questionnaire (TSWQ), skala Wong Law Emotional Intelligence Scale (WLEIS) dan skala Perceived Student Misbehavior. Teknik analisis data yang digunakan yaitu moderated regression analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki peran dalam memoderasi hubungan antara perilaku mengganggu siswa dengan kesejahteraan guru, yang ditandai dengan signifikansi p<0,001 (p<0,05).

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By