Pengembangan Metode Spektrofotometri UV Visibel Berbasis Optimasi Panjang Gelombang untuk Deteksi Polistirena pada Sampah Mikroplastik
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Sampah plastik yang terkena sinar matahari/udara akan terurai di perairan menjadi partikel kecil <5 mm yang disebut mikroplastik. Polistirena adalah jenis mikroplastik yang banyak digunakan dalam kemasan industri dan rumah tangga terutama kemasan makanan dari styrofoam. Namun, senyawa polistirena mengandung polimer aromatik yaitu stirena yang bersifat karsinogenik potensial dan berpotensi menimbulkan dampak toksik di lingkungan. Sehingga, suatu metode sederhana perlu dikembangkan untuk menentukan kadar polistirena dalam mikroplastik yaitu menggunakan spektrofotometri UV Visibel berbasis optimasi panjang gelombang. Pengembangan metode dilakukan dengan pelarut tetrahidrofuran pro analisis pada rentang 200-400 nm. Penggunaan variasi panjang gelombang dikarenakan senyawa polistirena memiliki ikatan konjugasi/kromofor (cincin aromatik) yang dapat menghasilkan serapan panjang gelombang diluar dari serapan utama. Hasil karakteristik mikroplastik dengan FTIR menunjukkan bahwa sampel mikroplastik warna abu memiliki spektrum yang paling sesuai dengan standar polistirena, dengan ukuran partikel 0,5-5 mm. Puncak utama polistirena terdeteksi pada panjang gelombang 262 nm dan terdapat beberapa puncak lain yaitu 255nm, 260nm, dan 269nm. Hasil pengujian menunjukkan kondisi optimum dengan sensitivitas tinggi dan stabil pada panjang gelombang 255 nm dengan R 2 = 0,9962. Selain itu, diperoleh nilai limit deteksi 2,6530 μg/mL, nilai %RPD 5,99%, dengan %Recovery sebesar 104,08% yang memenuhi syarat keberterimaan dan nilai EKP sebesar 709,2479 ± 274,9827 μg/mg. Kadar polistirena diperoleh sebesar 709,2479 μg/mg dalam 1 mg sampel mikroplastik. Hasil tersebut membuktikan bahwa, polistirena yang terkandung pada sampah mikroplastik dapat terukur menggunakan metode spektrofotometri UV Visibel berbasis optimasi panjang gelombang. Sehingga, metode ini berpotensi untuk aplikasi pemantauan jangka panjang terhadap kontaminasi mikroplastik di lingkungan dengan cepat dan akurat.