Validitas Konvergen Sub-skala Anger, Psychosis, dan Substance Use Pada Dsm-5 Level 1 Cross-cutting Symptom Measure (CCSM)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Alat skrining permasalahan kesehatan mental adalah faktor yang sangat penting dalam membantu layanan psikologi kepada individu yang membutuhkan. Akan tetapi, alat skrining permasalahan kesehatan mental di Indonesia belum mampu melakukan skrining terhadap keadaan mental seseorang secara menyeluruh. Terdapat alat ukur yang mampu mengukur permasalahan kesehatan mental secara menyeluruh yakni Skala DSM-5 Level 1 Cross-Cutting Symptom Measure (CCSM). Namun skala ini belum divalidasi di Indonesia, sehingga penting untuk melakukan validasi terhadap skala CCSM agar lebih meyakinkan untuk digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konvergen skala CCSM khususnya sub-skala anger, psychosis, dan substance use dengan skala lain yang memiliki konstruk yang sama. Sub-skala anger CCSM telah divalidasi dengan Skala State-Trait Anger Expression Inventory S-Anger (STAXI S-Anger). Keduanya memiliki korelasi yang moderat (r=0.590) dan berada dalam satu konstruk (RMSEA=0.076;SRMR=0.035;CFI=0.969;AVE= 0.597). Hasil skrining sub-skala anger CCSM juga menunjukkan konvergensi dengan STAXI S-Anger (η2=0.236). Sub-skala psychosis CCSM telah divalidasi dengan The Personality Inventory for DSM-5 Short Form (PID-5-SF). Keduanya memiliki korelasi yang kuat
(r=0.614) dan berada dalam satu konstruk (RMSEA=0.076;SRMR=0.046;CFI=0.952). Hasil skrining sub- skala psychosis CCSM juga menunjukkan konvergensi dengan PID-5-SF (η2=0.282). Sub-skala substance
use CCSM telah divalidasi dengan Skala Substance Use Brief Screen (SUBS). Aitem mengenai konsumsi rokok pada kedua skala memiliki korelasi yang kuat (r=0.745) dan menunjukkan konvergensi pada tataran skrining (τ=0.722). Aitem mengenai konsumsi minuman keras dan minuman beralkohol pada kedua skala memiliki korelasi yang lemah (r=0.305) serta menunjukkan konvergensi pada tataran skrining (τ= 0.292). Aitem mengenai konsumsi obat tanpa resep dan obat yang berlebihan pada kedua skala memiliki korelasi yang lemah (r=0.216) serta menunjukkan konvergensi pada tataran skrining (τ=0.206). Aitem mengenai konsumsi obat tanpa resep dan narkoba pada kedua skala memiliki korelasi yang sangat lemah (r=0.111) serta menunjukkan konvergensi pada tataran skrining (τ=0.106). Penelitian selanjutnya, dapat melibatkan validator yang mempunyai score cut off yang jelas, memperjelas bunyi item dan meningkatkan jumlah responden yang memiliki gejala psikologis.