<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Tingkat Kerusakan Perkerasan Lentur mengunakan Metode PCI dan Mekanistik – Empirik Pada Jalan Boja - Darupono Sta. 10+200 – Sta. 11+500

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Jalan Boja - Darupono memiliki panjang 12,85 km yang berada di wilayah Kabupaten Kendal. Semakin bertambahnya volume lalu lintas di Kabupaten Kendal, yang dapat dilihat dari presentase laju pertumbuhan penduduk pertahun sebesar 1,2% dan kepadatan penduduk 1016 per km2

, sehingga dapat menyebabkan perkerasan jalan mengalami kerusakan alur, retak, dan lubang- lubang pada badan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan pada

permukaan jalan dan perbaikannya, serta mengetahui tebal lapis overlay dan mengetahui nilai tegangan regangan untuk mendapatkan sisa umur layan pada perkerasan jalan tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian pada ruas Jalan Boja Darupono Sta. 10+200 – Sta. 11+500 yaitu data primer dan sekunder, data primer berupa data yang diambil langsung dilapangan berupa pengukuran luas dan jenis kerusakan dengan metode PCI. Sedangkan data sekunder diperoleh dari DPUPR Kabupaten Kendal berupa data perkerasan jalan, data LHR dan data CBR tanah. Penelitian dilakukan dengan metode PCI, Bina Marga 1987, Bina Marga 2017 dan Mekanistik Empirik dengan progam KENPAVE. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan nilai PCI sebesar 48,692 masuk dalam kondisi jalan sedang (fair). Perhitungan overlay menggunakan metode Bina Marga 1987 maka di dapatkan tebal minimum lapis tambahan (overlay) sebesar 13 cm. Progam KENPAVE digunakan untuk mendaatkan nilai tegangan regangan, sehingga didapatkan beban repitisi pada kondisi perkerasan jalan eksisting sebesar 292831,6939 ESAL sampai terjadinya fatigue cracking, 564189,1287 ESAL sampai terjadinya rutting, dan 1046040,596 ESAL sampai terjadinya deformation. Pada kondisi perkerasan jalan overlay didapatkan beban repetisi sebesar 82473737,82 ESAL sampai terjadinya fatigue cracking, 4707863,254 ESAL sampai terjadinya rutting, dan 7973182915,1572 ESAL sampai terjadinya deformation. Dapat dilihat dengan penambahan overlay pada perkerasan jalan beban repitisi dapat meningkat sehingga umur rencana perkerasan jalan dapat terpenuhi. Hasil analisis metode Bina Marga 2017 diperoleh nilai sisa umur untuk perkerasan lapis overlay pada tahun ke-2 (2025) adalah 82,06%.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By