Analisis Manajemen Risiko Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol Tahap Pra Konstruksi (Studi Kasus: Proyek Konstruksi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen sepanjang ±75,82 km merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memangkas waktu tempuh dari Yogyakarta ke Semarang. Pada tahap pra konstruksi, proyek ini menghadapi berbagai risiko, terutama terkait pembebasan lahan, ketidakpastian regulasi, dan ketidaksesuaian desain teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko-risiko signifikan pada tahap pra konstruksi serta menyusun strategi mitigasi yang efektif. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 40 responden yang terdiri dari manajer proyek, insinyur konstruksi, pengawas lapangan, dan konsultan perencana. Penilaian risiko dilakukan dengan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) dan evaluasi menggunakan matriks tingkat risiko berdasarkan skala probabilitas dan dampak Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa risiko utama dikategorikan tinggi, seperti keterlambatan pembebasan lahan (dilaporkan oleh lebih dari 80% responden dengan skor risiko
70%), ketidaksesuaian desain terhadap kondisi lapangan, ketidakjelasan regulasi, serta potensi konflik sosial dan dampak lingkungan. Kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan dan keterbatasan data teknis turut memperburuk kompleksitas pra konstruksi. Sebagai strategi mitigasi, direkomendasikan koordinasi lintas sektor yang lebih kuat, penyusunan SOP yang fleksibel terhadap dinamika lapangan, serta pemanfaatan teknologi Building Information Modeling (BIM) untuk meningkatkan ketepatan perencanaan dan efisiensi pelaksanaan. Hasil ini diharapkan menjadi acuan dalam pengelolaan risiko proyek jalan tol serupa di Indonesia.