Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode Construction Safety Analysis Pada Pekerjaan Perkerasan Lentur Proyek Pembangunan Ruas Jalan Tawang – Ngalang Segmen Ii
| dc.Identifier.NIM | 19511206 | |
| dc.contributor.author | Darmastria, Bunga Zahrianti | |
| dc.date.accessioned | 2024-06-26T03:48:01Z | |
| dc.date.available | 2024-06-26T03:48:01Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.description.abstract | Dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur di berbagai negara, industri konstruksi menjadi salah satu sektor yang paling aktif. Pekerjaan konstruksi, termasuk pembangunan perkerasan jalan, melibatkan berbagai aktivitas fisik yang memerlukan tenaga kerja, peralatan berat, dan bahan material. Kondisi kerja yang berpotensi berbahaya, seperti penggunaan peralatan berat, pekerjaan di ketinggian, dan paparan bahan kimia berbahaya, menjadikan keselamatan dan kesehatan (K3) sebagai prioritas utama dalam industri konstruksi. Kecelakaan kerja seringkali terjadi tanpa dapat diprediksi, lebih disebabkan oleh faktor ketidakberuntungan dan kesempatan atau karena faktor-faktor yang tidak diketahui dan tidak dapat diantisipasi. Untuk mengurangi dan mencegah adanya potensi kecelakaan dan keselamatan kerja maka diperlukan sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Penelitian ini menggunakan metode construction safety analysis (CSA) pada Proyek Pembangunan Ruas Jalan dan Jembatan Tawang - Ngalang Segmen II sta 3+900 - sta 4+000 yang berada di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada pekerjaan perkerasan lentur. Pengambilan data dilaksanakan dengan metode observasi di lapangan dan melakukan wawancara oleh ahli K3 dan site engineer, yang mana dari data kondisi lingkungan di area proyek menjadi pertimbangan untuk pembuatan form Construction safety analysis (CSA). Hasil identifikasi potensi bahaya pada pekerjaan perkerasan lentur berdasarkan 6 tahapan pekerjaan terdapat 21 jenis potensi bahaya. Potensi bahaya yang paling banyak terdapat pada pekerjaan penghamparan aspal, sedangkan jumlah potensi bahaya yang lebih sedikit ditemukan pada tahap pekerjaan persiapan. Dalam penelitian ini, tindakan pengendalian bahaya yang direkomendasikan mengikuti hierarki pengendalian, hanya dimungkinkan 3 pengendalian yaitu pengendalian secara teknis, pengendalian administratif, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/50401 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Kecelakaan Kerja | en_US |
| dc.subject | Construction Safety Analysis (csa) | en_US |
| dc.subject | Perkerasan Jalan | en_US |
| dc.title | Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode Construction Safety Analysis Pada Pekerjaan Perkerasan Lentur Proyek Pembangunan Ruas Jalan Tawang – Ngalang Segmen Ii | en_US |
| dc.title.alternative | Risk Analysis Of Work Accidents Using The Construction Safety Analysis Method On Flexible Pavement Work Of Tawang – Ngalang Segment Ii Road Construction | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |