Pengaruh Kebijakan Moneter (Melalui Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga Acuan, Inflasi, Exchange Rate (USD/IDR)), dan Harga Emas Dunia terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2024
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan cerminan respons pasar terhadap dinamika makroekonomi dan ketidakpastian global. Namun, ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh indikator-indikator tersebut menjadi celahdalam studi ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah uang beredar (M2), BI Rate, inflasi, nilai tukar USD/IDR, dan harga emas dunia terhadap IHSG di Indonesia. Berlandaskan kerangka Arbitrage Pricing Theory (APT), studi kuantitatif ini menggunakan 180 observasi data bulanan yang dianalisis melalui metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk memetakan hubungan jangka pendek dan jangka panjang secara komprehensif. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa seluruh variabel independen memengaruhi pergerakan IHSG secara signifikan dengan daya jelas model mencapai 98,55%. Secara parsial, ekspansi M2 berpengaruh positif sebagai pendorong indeks di jangka panjang, meski sempat memicu aksi profit taking pada lag tertentu di jangka pendek. Variabel inflasi dan BI Rate terbukti membutuhkan waktu transmisi sehingga baru berdampak signifikan pada lag tertentu dalam jangka pendek, namun keduanya tidak berpengaruh signifikan dalam jangka panjang akibat adaptasi pelaku pasar. Sementara itu, nilai tukar USD/IDR memberikan tekanan negatif dan menjadi faktor paling dominan yang menekan pasar, sejalan dengan harga emas dunia yang secara konsisten berpengaruh negatif baik di jangka pendek maupun panjang akibat pergeseran preferensi investor ke aset safe haven. Lebih lanjut, analisis kointegrasi mengonfirmasi bahwa pasar membutuhkan waktu penyesuaian sekitar 8,6 bulan untuk menyerap guncangan makroekonomi dan kembali ke titik keseimbangan.