Kebijakan Jokowi Membatasi Bantuan Internasional dalam menangani Bencana Gempa dan Tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala Tahun 2018
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Indonesia telah menjadi berita utama global dalam beberapa tahun terakhir dengan laporan di seluruh dunia tentang hilangnya ratusan ribu nyawa orang dan dampak buruk yang ditimbulkan akibat bencana alamnya yang dahsyat, salah satu bencana tersebut yaitu gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 di Palu, Sigi, dan Donggala. Setelah terjadi bencana terkadang kehadiran bantuan internasional sebagai salah satu aspek penunjang yang dapat mendukung keberhasilan penanggulangan bencana kerap kali menjadi pertimbangan suatu negara. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pemerintah suatu negara untuk menerima atau menolak bantuan internasional dalam penanggulangan bencana alam karena mempertimbangkan beberapa hal. Begitu pula yang dilakukan oleh presiden Jokowi dalam menangani bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sigi, dan Donggala dimana beliau mengeluarkan kebijakan untuk membatasi masuknya bantuan internasional. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis mengapa jokowi membatasi bantuan internasional dalam menangani bencana gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala dengan menggunakan teori decision making process oleh Richard Snyder dimana suatu negara dalam membuat sebuah keputusan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.