Prarancangan Pabrik Nitroselulosa Dari Selulosa Dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 10.000 Ton/tahun Perancangan Pabrik
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Nitroselulosa merupakan bahan kimia aktif yang bersifat mudah terbakar dan memiliki kandungan bersifat sensitive sehingga dapat digunakan sebagai salah satu bahan peledak. Selain itu nitroselulosa merupakan salah satu bahan pendukung di dalam industri kimia, salah satunya yaitu pada industri cat kayu, cat otomotif dan juga pada printing. Nitroselulosa dibuat dengan menggunakan proses reaksi nitrasi, dimana reaksi nitrasi ini menggunakan selulosa yang dicampur dengan asam sulfat dan asam nitrat. Saat ini kebutuhan nitroselulosa di Indonesia masih di impor dari luar negeri seperti RRC dan Eropa, karena produksi nitroselulosa di Indonesia masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Oleh karena itu perlu didirikan pabrik nitroselulosa di Indonesia. Pabrik nitroselulosa direncanakan akan dibangun di Kecamatan Ciampel, Karawang, Jawa Barat dengan kapasitas pabrik sebesar 10.000 ton/tahun yang beroperasi selama 330 hari. Metode pembuatan nitroselulosa menggunakan reaksi nitrasi dimana selulosa dicampurkan dengan asam nitrat dan asam sulfat. Reaksi ini bersifat eksotermis dan direaksikan di dalam Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR), fase padat cair dengan kondisi operasi dijaga secara isothermal. Reaktor beroperasi pada suhu 40 C dan bertekanan 1 atm. Produk yang keluar dari reaktor dipisahkan dengan rotary vacuum filter – 01 dan hasil padatannya akan dikeringkan dengan menggunakan rotary dryer untuk menghilangkan kadar airnya. Selanjutnya produk diangkut menuju silo dan dikemas untuk dipasarkan. Utilitas yang dibutuhkan yaitu 8247,738 kg/jam air pendingin, 3146,381 kg/jam steam, 71,97 kW listrik, 31 L/jam bahan bakar. Hasil analisis menunjukkan bahwa pabrik nitroselulosa ini memiliki tingkat resiko tinggi (High risk) dengan pajak 18,86%, Pay Out Time maksimal 5 tahun, dan Break Event Point sebesar 40 – 60 %. Hasil evaluasi ekonomi menunjukkan modal tetap Rp 253.606.952.107,46, modal kerja sebesar Rp 251.385.865.503,77 dan keuntungan sebelum pajak Rp 59.786.979.450, ROI sebelum pajak 23,57%, POT sebelum pajak 2,98 tahun, BEP sebesar 49,86%, Shut Down Point (SDP) sebesar 22,21% dan Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR) sebesar 16,05%. Berdasarkan hasil evaluasi ekonomi ini, dapat disimpulkan bahwa pabrik nitroselulosa secara ekonomi layak untuk didirikan.