Evaluasi Terapi Kegawatdaruratan Hiperglikemia dan Hipoglikemia pada Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Komplikasi akut DM berkontribusi terhadap tingginya morbiditas dan mortalitas. Penanganan hipoglikemia dan krisis hiperglikemia (KAD) sesuai pedoman perlu dievaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi profil terapi, kesesuaian terapi, hasil kontrol glikemik, serta hubungan antara kesesuaian terapi dengan hasil kontrol glikemik pada pasien krisis hiperglikemia dan hipoglikemia. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional retrospektif ini menggunakan data rekam medis pasien DM dengan krisis hiperglikemia (KAD) periode Januari 2024–Desember 2025 dan hipoglikemia periode Januari 2022–Desember 2025 di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel 2021, sedangkan hubungan antara kesesuaian terapi dan hasil terapi dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact Test pada RStudio. Hasil: Profil terapi KAD didominasi oleh NaCl 0,9% dan insulin rapid subkutan, sedangkan pasien hipoglikemia menerima dekstrosa 40%. Kesesuaian terapi KAD berdasarkan PERKENI 2022 meliputi jenis cairan 100%, dosis cairan 73%, jenis insulin 93%, dosis insulin 20%, dan rute insulin 7%, sedangkan terapi hipoglikemia belum sesuai dengan PERKENI 2024. Hasil terapi menunjukkan sebagian besar pasien KAD mengalami penurunan KGD berlebih, sedangkan pada hipoglikemia KGD mencapai target pada waktu pengukuran. Uji Fisher's Exact Test menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesesuaian terapi dan hasil kontrol glikemik. Kesimpulan: Terapi KAD berdasarkan PERKENI 2022 telah sesuai pada aspek jenis cairan dan jenis insulin, namun kesesuaian dosis cairan, dosis insulin, dan rute pemberian insulin masih belum optimal. Pada hipoglikemia, terapi belum sesuai dengan PERKENI 2024 pada aspek jenis dan dosis dekstrosa, meskipun pemilihan jenis dekstrosa telah sesuai dengan KEMENKES 2020. Hasil terapi menunjukkan perbaikan kadar glukosa darah pada sebagian besar pasien, dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesesuaian terapi dengan hasil kontrol glikemik berdasarkan uji Fisher's Exact Test.