Pemenuhan Hak Rumah Aman yang Aksesibel Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas Korban Kekerasan Seksual di Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang pemenuhan hak atas rumah aman yang aksesibel bagi perempuan penyandang disabilitas korban kekerasan seksual di Kota Yogyakarta dan faktor pendukung serta penghambat pemenuhannya. Metode penelitian hukum yang digunakan berjenis yuridis-empiris dengan pendekatan kebijakan dan sosiologis. Data primer penelitian melalui wawancara dan data sekunder penelitian melalui studi kepustakaan dan dokumen/arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, pemenuhan hak atas rumah aman yang aksesibel bagi perempuan penyandang disabilitas korban kekerasan seksual di Yogyakarta belum sepenuhnya terpenuhi. Rumah aman yang ditemukan belum dapat dikatakan sepenuhnya aksesibel, karena belum tersedianya lantai pemandu, ramp dan hand rail, toilet aksesibel, juru bahasa isyarat yang memadai, dan sebagainya. Kedua, faktor pendukung pemenuhannya adalah telah adanya kebijakan yang mengatur terkait pemenuhan hak atas rumah aman yang aksesibel bagi penyandang disabilitas pada setiap daerah, Kota Yogyakarta berupaya untuk menjadikan kota yang inklusif dan ramah disabilitas, dan adanya pengguna rumah aman. Sedangkan, faktor penghambat pemenuhannya adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran akan urgensi aksesibilitas bagi penyandang disabilitas guna mewujudkan persamaan hak, kurangnya advokasi pihak ketiga, kurangnya kapasitas pemerintah dalam pengawalan isu-isu penyediaan rumah aman yang aksesibel, serta belum adanya kebijakan yang secara khusus mengatur tentang tata pelaksanaan rumah aman yang aksesibel di Yogyakarta.