<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Sosok Perempuan dalam Konsep Motherhood (Analisis Semiotika Pada Film Animasi Disney Pixar Turning Red dan Coco)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Motherhood merupakan sifat keibuan dan seringkali diasosiasikan memiliki sifat yang hangat, kuat, protektif, kasih sayang, dan pengorbanan diri. Pada konsep motherhood, para wanita yang menjadi ibu tersebut diberikan tanggung jawab utama atas anak-anak mereka daripada ayah. Dalam hal ini, beberapa tema hubungan ibu dengan anak atau ‘keibuan’ terhadap anak telah menjadi salah satu tema utama dalam film animasi Disney Pixar yang terdapat gender stereotip mengenai kehadiran para ibu di dalam film animasi mereka yang direpresentasikan sebagai perempuan yang memiliki watak ambisius dan otoriter. Jauh dari sosok ‘ibu’ yang ‘dikenal’ mengasihi, merawat, dan menyayangi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana motherhood direpresentasikan dalam kedua film tersebut, menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme, serta metode analisis semiotika John Fiske dalam teori The Codes of Television yang melibatkan tiga level: realitas, representasi, dan ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi motherhood mencakup berbagai karakteristik diantaranya pengorbanan diri yang menjadi tema dominan, seperti terlihat pada karakter Mama Imelda dan Ming Lee, yang menempatkan kebutuhan keluarga di atas keinginan pribadi mereka. Selain itu, peran matriarkal diperlihatkan melalui karakter yang memegang kendali dalam keluarga, seperti Mama Imelda dan Grandma Wu. Ketergantungan ibu pada anak juga diidentifikasi, terutama pada karakter Ming Lee, yang menggantungkan harapan besar pada anaknya, Mei. Ibu dalam kedua film juga berperan sebagai agen utama dalam melestarikan tradisi turun-temurun keluarga. Hasil penelitian ini menyoroti bagaimana kedua film tersebut menantang stereotip gender mengenai motherhood dan menunjukkan bahwa peran ibu dapat beragam dan fleksibel, dipengaruhi oleh konteks budaya dan sosial. Dengan demikian, film sebagai medium tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai praktik sosial yang berkontribusi dalam membentuk dan menyebarkan ideologi melalui representasi gender.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By