Analisis Kualitas Air Tanah Di Kapanewon Ngaglik, Sleman Berdasarkan Parameter Mikrobiologi
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
DOI
Abstract
Kualitas air tanah merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di lingkungan
sehingga perlu dilakukan monitoring setiap tahunnya. Selain monitoring air tanah
terdapat suatu usaha mengatasi permasalahan sanitasi yaitu dengan didirikannya
IPAL Komunal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh
keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah terhadap sumur warga di Kapanewon
Ngaglik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air tanah
di Kapanewon Ngaglik. Metode pengambilan sampel air tanah dilakukan dengan
cara aseptis sedangkan metode pengujian menggunakan metode Most Probable
Number (MPN). Hasil analisis konsentrasi Total Coliform rentang 0 – 170 MPN/
100 ml dan Escherichia coli rentang 0 – 7 MPN/ 100 ml. Jadi pengaruh keberadaan
IPAL Komunal terhadap kualitas air tanah tidak berfungsi dengan baik. Hal ini
disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kurangnya pemeliharaan dan monitoring
IPAL yang mempengaruhi kualitas air tanah di Kapanewon Ngaglik. Kemudian
faktor yang mempengaruhi kualitas Air tanah di Kapanewon Ngaglik yaitu
penggunaan lahan yang didominasi oleh lahan pertanian sebanyak 1.772 Ha
(44,7%), disusul dengan lahan kepadatan penduduk sebanyak 2.518 per Km
dimana hal ini dapat memberikan pengaruh terhadap kualitas air tanahnya. Hal ini
berpengaruh pada tingkat pencemaran yang sering terjadi karena di sekitar sumur
digunakan untuk berbagai keperluan sehingga saling berdampingan antara sumur
dan sumber pencemar.
2