Praktik Moderasi Beragama Alumni PAI UII Angkatan 2019 di Yogyakarta Sebagai Implementasi Nilai Islam Rahmatan Lil ‘alamin
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Universitas Islam Indonesia menjadi salah satu perguruan tinggi berbasis Islam yang berkomitmen dalam mengintegrasikan nilai keislaman dalam Islam rahmatan lil ‘alamin yang bertujuan untuk menanamkan sikap humanis, moderat, dan rahmatan lil ‘alamin pada mahasiswa. Berdasarkan hasil wawancara awal dengan para alumni PAI UII angkatan 2019 di Yogyakarta diketahui bahwa para alumni saat ini terlibat langsung dengan aktivitas sosial yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman alumni tentang konsep Islam rahmatan lil ‘alamin sebagai landasan moderasi beragama, praktik nilai moderasi beragama, dampak implementasi nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, serta faktor pendukung dan tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan pada penelitian ini menggunakan purposive sampling yang melibatkan Alumni PAI UII Angkatan 2019 di Yogyakarta dan snowball sampling yang melibatkan pihak yang berada pada lingkungan sosial seperti teman dekat atau rekan kerja dari alumni. Analisis data dilakukan dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Islam rahmatan lil ‘alamin memberikan pemahaman secara konsep tentang Islam rahmatan lil ‘alamin sehingga menjadi landasan bagi para alumni untuk mempraktikkan moderasi beragama yang terimplementasi dalam sikap adil, empati, toleransi, kasih sayang, dan kenyamanan di kehidupan sosialnya pemahaman tersebut memberikan dampak pada alumni yang menunjukkan sikap terbuka terhadap perbedaan pandangan atau pendapat. Faktor pendukung dalam praktik moderasi beragama meliputi lingkungan sosial, keluarga, dan pendidikan. Namun, dalam praktiknya terdapat hambatan dari stigma masyarakat tentang sikap moderat yang dianggap tidak konsisten menghadapi perbedaan.