Prarancangan Pabrik Metil Asetat dari Asam Asetat dan Metanol Kapasitas 80.000 Ton/tahun
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Metil asetat adalah senyawa kimia dengan rumus CH3COOCH3 berupa cairan tak berwarna, berbau khas, larut dalam alkohol, kloroform, eter, dan larut terbatas dalam air. Metil asetat merupakan bahan baku pembuatan anhidrida asetat. Anhidrida asetat adalah senyawa yang digunakan dalam pembuatan cellulose acetate, serat asetat, obat-obatan, aspirin, plastic, dan berperan sebagai pelarut. Metil asetat dibuat dengan mereaksikan asam asetat dan metanol. Reaksi pembentukan metil asetat berlangsung secara eksotermis dengan menggunakan 2 buah reaktor yang disusun secara seri dengan proses esterifikasi. Konversi pada masing-masing reaktor adalah sebesar 77,4% untuk reaktor I (R-01) dan 95% untuk reaktor II (R-02) pada suhu 50 oC, tekanan 1 atm, menggunakan bantuan katalis asam sulfat. Kebutuhan konsumsi metil asetat di Indonesia dapat dipenuhi dengan melakukan prarancangan pabrik metil asetat dengan kapasitas 80.000 ton/tahun dengan bahan baku asam asetat dan metanol. Lokasi yang dipilih adalah di Cilegon, Banten dengan luas tanah 209.457 m2
. Kebutuhan utilitas diambil dari Sungai Ciwandan sebanyak 51.374.805,60 kg/hari. Sedangkan kebutuhan listrik untuk operasional pabrik sebesar 372,572 kW disuplai dari PT PLN. Untuk mengantisipasi adanya pemadaman, maka disediakan generator sebagai cadangan. Bahan bakar yang digunakan untuk generator maupun boiler tersebut adalah solar sebanyak 130.499,52 kg/jam. Berdasarkan perhitungan evalusi ekonomi untuk pendirian pabrik metil asetat di atas, dibutuhkan modal tetap sebesar $50.520.438 atau Rp. 825.604.990.311, manufacturing cost Rp. 1.187.711.658.818. Harga jual produksi sebesar $1,224/kg atau Rp. 1.603.076.134.200 per tahun, dengan keuntungan sebelum pajak Rp. 147.595.437.323,07 per tahun dan keuntungan setelah pajak Rp 95.937.034.260. Nilai Return on Invesment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini sebesar 12%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 4,97 tahun, sedangkan Break Even Point (BEP) sebesar 56,18%, dan Shut Down Point (SDP) sebesar 28,49%. Nilai-nilai tersebut menunjukan bahwa pabrik ini layak untuk dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik.