Isolasi dan Karakteristik Karagenan dari Rumput Laut Acanthophora spicifera
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kimia biomassa rumput laut Acanthophora spicifera yang berasal dari Pantai Sayang Heulang, Kabupaten Garut, serta mengkaji karakteristik fisik dan kimia karagenan yang dihasilkan melalui berbagai metode isolasi alkali. Penelitian ini didasarkan pada melimpahnya potensi rumput laut di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber hidrokoloid alternatif. Analisis proksimat terhadap biomassa kering menunjukkan bahwa A. spicifera didominasi oleh kandungan karbohidrat sebesar 51,03%, diikuti oleh protein 15,90%, kadar abu 14,86%, dan kadar lemak yang sangat rendah yaitu 0,66%. Kadar air bahan baku tercatat sebesar 17,55%, yang menunjukkan stabilitas bahan baku untuk proses penyimpanan dan pengolahan lebih lanjut. Proses ekstraksi karagenan dilakukan menggunakan tiga jenis pelarut alkali (NaOH, KOH, dan Ca(OH)2) dengan variasi konsentrasi 4%–8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan konsentrasi pelarut berpengaruh signifikan terhadap rendemen dan sifat fisikokimia karagenan. Rendemen tertinggi diperoleh dari penggunaan NaOH 5% sebesar 71,70%, disusul oleh KOH 5% sebesar 43,95%, dan Ca(OH)2 5% sebesar 15,35%. Namun, dari sisi karakteristik fisik, pelarut Ca(OH)2 memberikan performa terbaik dengan kekuatan gel mencapai 6.594,72 g/cm2 pada konsentrasi 4% dan viskositas tertinggi sebesar 139,00 cP pada konsentrasi 4%. Sebaliknya, ekstraksi menggunakan KOH menghasilkan karagenan yang tidak memiliki kekuatan gel yang terdeteksi. Secara kimiawi, analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) mengonfirmasi bahwa karagenan dari A. spicifera merupakan tipe kappa-karagenan. Hal ini ditandai dengan munculnya
pita serapan khas ester sulfat pada bilangan gelombang 1210–1260 cm−1 dan D- galaktosa-4-sulfat pada rentang 840–850 cm−1. Analisis SEM-EDX menunjukkan
komposisi atomik yang didominasi oleh oksigen dan karbon, serta adanya substitusi kation (Na+ , K+ , Ca2+) yang sesuai dengan jenis pelarut yang digunakan, yang memperkuat struktur jaringan polisakarida. Kesimpulannya, A. spicifera memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri karagenan dengan karakteristik fisikokimia yang kompetitif, terutama jika diekstraksi menggunakan pelarut berbasis kalsium untuk aplikasi yang membutuhkan kekuatan gel dan viskositas tinggi.