Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi Tantangan Pembinaan Akhlak Pada Siswa di SD Negeri Inpres Pajalele, Lembang, Pinrang
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pendidikan akhlak merupakan elemen fundamental dalam pembentukan karakter siswa, terutama di lingkungan yang dihadapkan pada tantangan sosial dan budaya yang khas, seperti di daerah pesisir. Skripsi ini berjudul "Pengalaman Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menghadapi Tantangan Pembinaan Akhlak Pada Siswa di SD Negeri Inpres Pajalele Sebagai Sekolah Dekat Pesisir Pantai" mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina akhlak siswa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman guru PAI dalam menghadapi tantangan pembinaan akhlak pada siswa, serta menganalisis strategi yang diterapkan dalam proses tersebut. Selain itu, penelitian ini juga berupaya memberikan gambaran mengenai kondisi akhlak siswa yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi yang beragam. Dalam konteks SD Negeri Inpres Pajalele, yang terletak di daerah pesisir, tantangan yang dihadapi oleh guru PAI sangat beragam. Penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang melibatkan guru, kepala sekolah, dan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan field research. Peneliti melakukan purposive sampling untuk memilih responden yang relevan, serta mengumpulkan data melalui metode dokumentasi, observasi, dan wawancara terstruktur. Lokasi penelitian dilakukan di SD Negeri Inpres Pajalele selama satu bulan, dari 1 Januari hingga 31 Januari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di SD Negeri Inpres Pajalele memiliki peran yang sangat signifikan dalam pembinaan akhlak siswa. Pembinaan akhlak yang dilakukan oleh guru PAI tidak hanya berfokus pada materi ajar agama, tetapi juga melibatkan kegiatan sehari- hari yang memperkuat karakter siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun tantangan yang besar ada, dengan keteladanan dan pendekatan yang tepat, pembinaan akhlak pada siswa dapat dicapai efektif.