<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisa Keefektifan Sistem Isolasi Bola Berputar pada Struktur Bangunan Bertingkat 10

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Metode untuk mereduksi efek gempa bumi pada struktur adalah dengan sistem kontrol (seismic control). Salah satu sistem yang cukup berkemhang baik adalah sistem kontrol bersifat pasif yang terletak pada dasar bangunan (base isolation). Isolasi dasar (base isolation) yang digunakan dalam penelitian ini adalah bola berputar (rolling-ball) yang diletakkan pada dasar bangunan yaitu antara pondasi dengan bangunan atas. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui performansi isolasi dasar berdasarkan simpangan relatif pada plat dasar dan pondasi, simpangan antar tingkat (inter storey drift), gaya geser, momen guling dan variasi kekakuan alat peredam. Pada tugas akhir ini menggunakan beban dinamik dengan getaran gempa berupa riwayat waktu dari gempa El Centro. Penulis menggunakan model struktur bangunan bertingkat 10 dengan massa tiap lantai sama. Dalam perhitungannya penulis menggunakan program SAP 90 version 5.4, sap 2000 dan Microsoft Excel 2000, kemudian hasilnya disajikan dalam bentuk grafik, tabel simpangan struktur, simpangan antar tingkat, gaya geser dan momen guling. Hasil analisis menunjukkan dengan menggunakan rolling-ball simpangan relatif pada plat dasar direduksi sampai dengan 97,982 % sedangkan pada pondasi direduksi sampai dengan 44,154 %. Untuk simpangan antar tingkat direduksi sampai dengan 97,842 %, gaya geser tingkat direduksi sebesar 98,593 % dan momen guling (overturning moment) direduksi sebesar 98,565 %. Pengaruh variasi kekakuan alat peredam cukup besar terhadap simpangan, gaya geser dan momen guling yang terjadi dengan peningkatan kurang lebih 50 %. Hasil simpangan relatif, simpangan antar tingkat, gaya geser tingkat dan momen guling diatas dapat membuktikan bahwa struktur yang menggunakan isolasi dasar berupa rolling-ball dapat mereduksi sebagian besar gaya-gaya yang terjadi pada struktur (ersebut. Oleh karena ilu, Indonesia yang sebagian besar wilayahnya rawan gempa sebaiknya mulai menjajaki penggunaan metode ini.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By