Hubungan Antara Tingkat Religiusitas dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Kemandirian belajar menjadi salah satu hal yang penting pada mahasiswa Fakultas Kedokteran, karena metode pembelajaran student centered learning dan long life learner yang menuntut agar mahasiswa kedokteran dapat mandiri. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian belajar salah satunya adalah tingkat religiusitas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat religiusitas dan kemandirian belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan pendekatan cross sectional dengan responden Mahasiswa FK UII. Terdapat 239 responden yang memenuhi dari kriteria inklusi dan tidak termasuk dalam kriteria eksklusi. Data penelitian diperoleh dari pengisian kuesioner Modifikasi The Muslim Piety dan kuesioner Self Directed Learning Readiness Scale (SDLRS) versi Bahasa Indonesia. Analisis data univariat dilakukan untuk mengetahui deskripsi karakteristik, tingkat religiusitas serta kemandirian belajar responden. Untuk mengetahui hubungan antar variabel, dilakukan analisis bivariat menggunakan uji spearman rho. Hasil: Mayoritas tingkat religiusitas mahasiswa FK UII tingkat baik 61,1% responden, tingkat sedang 38,9% responden, tanpa kategori tingkat rendah. Kemudian, mayoritas kemandirian belajar mahasiswa FK UII pada tingkat baik 75,3% responden, tingkat sedang 24,7%, serta tidak ada mahasiswa FK UII dengan tingkat kemandirian belajar rendah. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat religiusitas dan kemandirian belajar mahasiswa FK UII dengan nilai (p value: 0,000; r: 0,237). Kemudian variabel jenis kelamin, pengalaman belajar, lingkungan, dan sosial-ekonomi juga tidak berhubungan dengan kemandirian belajar dengan nilai masing-masing (p>0.05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat religiusitas dan kemandirian belajar. Variabel lain seperti variabel jenis kelamin, pengalaman belajar, lingkungan, dan sosial-ekonomi bukan menjadi variabel perancu dalam penelitian ini.