LIVORA Co-Living "Find Your People, Find Your Home": Perancangan Hunian Komunal di Sleman dengan Pendekatan Fleksibel – Ruang Kreatif sebagai Respons terhadap Dinamika Migrasi Perkotaan
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Perkembangan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai pusat pendidikan, budaya, dan parivisata memicu dinamika migrasi perkotaan yang didominasi kelompok usia produktif (18-40 tahun) seperti pekerja muda, fresh graduate, dan digital nomad. Fenomena ini memicu keterbatasan lahan serta tingginya harga tanah di pusat kota, sehingga mendorong pergeseran pertumbuhan ke wilayah pinggiran kota, yaitu kabupaten Sleman. Kondisi ini memunculkan permasalahan umum berupa minimnya aksesbilitas generasi muda terhadap hunian sewa yang terjangkau dan adaptif. di karenakan jumlah penduduk yang kian bertambah, tetapi tidak permanen. Selain itu, terdapat permasalahan khusus terkait karakter hunian konvensional yang relatif kaku, mahal, dan kurang memfasilitasi kebutuhan interaksi maupun produktivitas. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan desain tipologi hunian sewa berbasis co-living di Depok, Sleman yang merespon dinamika migrasi perkotaan dan perubahan kebutuhan generasi sekarang. Sasaran perancangan mencakup penyusunan konsep pemrograman ruang yang fleksibel, penerapan prinsip creative space untuk mendorong interaksi komunitas, serta pengintegrasian strategi desain pasif tropis dan skema kelayakan ekonomi. Metode perancangan yang digunakan berbasis architecture design process, meliputi tahap identifikasi masalah, pengumpulan data site dan pengguna, analisis spasial–lingkungan (SWOT, regulasi RDTR, serta iklim), penyusunan konsep perancangan, transformasi desain, evaluasi desain, dan uji desain menggunakan perhitungan payback period dan software, yaitu CFD, dialux. Hasil perancangan berupa kawasan co-living yang terdiri atas tiga massa hunian terklaster dan satu massa fasilitas komunal sebagai pusat aktivitas bersama. Konfigurasi ruang dirancang berdasarkan prinsip Flexible–Creative Space dengan mengintegrasikan unit hunian privat, ruang kerja, ruang komunal dan ruang terbuka dalam satu sistem adaptif terhadap perubahan aktivitas penghuni. Strategi desain diwujudkan dengan sistem klaster, gradasi privasi, ruang multifungsi, fasad berupa secondary skin, shading device, dan roster. Hasil evaluasi menunjukan rancangan mampu mendukung produktivitas dan interaksi sosial tanpa mengurangi privasi penghuni. Selain itu efektivitas performa pencahayaan dan penghawaan terlah teruji menggunakan CFD, Dialux, dan Velux. Kemudian untuk aspek ekomoni sendiri tercapai payback period di bawah 12 tahun.