<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Uji Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etanol Cangkang Buah Dan Biji Nyamplung (Calophyllum Inophyllum L.) Terhadap Sel Kanker Kolorektal WiDr

dc.Identifier.NIM17711130
dc.contributor.advisordr. Nur Aisyah Jamil, M.Sc.
dc.contributor.authorIrfan Jaen Fathani
dc.date.accessioned2021-07-15T04:02:26Z
dc.date.available2021-07-15T04:02:26Z
dc.date.issued2020-11-13
dc.description.abstractLatar Belakang: Kasus kanker di dunia terus meningkat. Kanker kolorektal termasuk dalam tiga besar keganasan, baik dalam hal insidensi maupun mortalitasnya. Kanker kolorektal merupakan keganasan yang berasal dari jaringan usus besar yang terdiri dari kolon dan/atau rektum. Penanganan kemoterapi kanker kolorektal dinilai kurang baik akibat adanya efek samping yang ditimbulkan, seperti kurangnya selektivitas terhadap sel yang ganas dan harga yang mahal, sehingga perlu pencarian terapi alternatif dengan efek samping yang lebih rendah, contohnya obat herbal. Tanaman nyamplung dilaporkan mengandung calophyllolide, triterpenoid, kumarin, biflavonoids, benzophenones dan neoflavanoids yang berpotensi sebagai zat antikanker. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kandungan zat-zat tersebut dapat menghasilkan efek sitotoksik ataupun efek anti-proliferatif pada sel kanker manusia. Tujuan Penelitian: Mengetahui aktivitas sitotoksik dan selektivitas ekstrak etanol cangkang buah dan biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) terhadap sel kanker kolorektal WiDr. Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji in vitro yang berupa uji sitotoksik dengan metode 3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2-5diphenyltetrazolium bromide (MTT). Analisis menggunakan microsoft excel dengan metode analisis regresi linear. Indikator toksisitas menggunakan IC50 dan indikator selektivitas menggunakan indeks selektivitas. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil IC50 ekstrak etanol cangkang buah nyamplung terhadap sel WiDr sebesar 42,472 µg/ml dengan indeks selektivitas 1,503 dan IC50 ekstrak etanol biji nyamplung terhadap sel WiDr sebesar 1.030,410 µg/ml dengan indeks selektivitas 67.982.414,710. Doxorubicin sebagai kontrol positif didapatkan hasil IC50 terhadap sel WiDr 3,499 µg/ml dengan indeks selektivitas 764,416. Kesimpulan: Ekstrak etanol biji nyamplung belum dapat dibuktikan efektivitasnya pada sel kanker kolorektal WiDr dikarenakan tidak memiliki aktivitas sitotoksik. Ekstrak etanol cangkang buah nyamplung memiliki efek sitotoksik yang sedang namun memiliki indeks selektivitas yang rendah, sehingga perlu diteliti kembali bagaimana untuk memaksimalkan potensi sitotoksiknya dan selektivitasnya di bidang pengobatan herbal antikanker.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/30556
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectCalophyllum inophyllumen_US
dc.subjectsitotoksiken_US
dc.subjectWiDren_US
dc.subjectIC50en_US
dc.titleUji Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etanol Cangkang Buah Dan Biji Nyamplung (Calophyllum Inophyllum L.) Terhadap Sel Kanker Kolorektal WiDren_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
17711130 Irfan Jaen Fathani.pdf
Size:
2.41 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: