Analisis dan Rancangan Perbaikan Pemeliharaan Mesin Milling Untuk mencegah Terjadinya Bottleneck
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Industri manufaktur fabrikasi menghadapi permasalahan bottleneck dalam sistem produksi job shop yang berdampak signifikan terhadap produktivitas. Penelitian ini dilakukan pada PT Imedal Karya Teknik yang memproduksi komponen otomotif seperti bracket dan hook assembly, dengan permasalahan utama berupa downtime mesin CNC Milling yang menyebabkan bottleneck dan gap antara kapasitas teoritis dan aktual produksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi failure mode komponen kritis dan merancang sistem pemeliharaan untuk mengurangi downtime dan mencegah bottleneck menggunakan metode 5W1H, Value Stream Mapping (VSM), dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil menunjukkan lima komponen kritis dengan Risk Priority Number (RPN) tertinggi yaitu spindle bearing (RPN=432), coolant pump (RPN=384), ball screw (RPN=336), servo motor (RPN=315), dan tool holder (RPN=294). Usulan perbaikan berbasis Structured Maintenance Planning mencakup preventive maintenance schedule, spare parts management, dan Standard Operating Procedure (SOP) maintenance yang mampu menurunkan potensi downtime hingga 23,24%. Penerapan sistem pemeliharaan terstruktur melalui integrasi 5W1H, VSM, dan FMEA terbukti efektif meningkatkan reliability mesin sekaligus mengurangi dampak bottleneck pada sistem produksi job shop PT Imedal Karya Teknik.