Analisis Implementasi Telehealth dalam Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Henti Jantung di Kota Pontianak
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Henti jantung mendadak merupakan penyebab utama kematian yang dapat
dicegah melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD). Namun, akses terbatas terhadap pelatihan
kesehatan darurat di Kota Pontianak memerlukan solusi inovatif seperti telehealth, yang
memungkinkan pelatihan daring yang fleksibel dan menjangkau lebih banyak peserta.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi telehealth dalam pelatihan BHD
henti jantung di Kota Pontianak serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan masyarakat.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data
dikumpulkan melalui kuesioner dari 60 responden masyarakat umum di Kota Pontianak,
dianalisis menggunakan model HOT-Fit untuk menilai kualitas sistem, informasi, dukungan
layanan, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih.
Hasil: Telehealth terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta BHD, dengan
rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 10,65 (pre-test) menjadi 26,58 (post-test).
Kualitas sistem yang stabil (90% setuju), informasi yang relevan (95% setuju), dan
dukungan Dinas Kesehatan Kota Pontianak (93,06% setuju) berkontribusi signifikan
terhadap kepuasan pengguna (91,67% setuju). Sebanyak 95% responden melaporkan
peningkatan kesiapan mereka dalam menghadapi situasi darurat seperti henti jantung.
Kesimpulan: Implementasi telehealth efektif meningkatkan aksesibilitas dan pengetahuan
masyarakat dalam pelatihan BHD di Kota Pontianak. Namun, hambatan seperti literasi
digital rendah, dan kurangnya regulasi lokal perlu diatasi melalui sosialisasi, penguatan
infrastruktur, dan penyusunan kebijakan pendukung untuk memastikan keberlanjutan
program.