Peran Bank Sampah Dalam Pengelolaan Sampah Organik Di Kabupaten Sleman Bagian Timur Sebagai Bentuk Edukasi Masyarakat
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Sampah Organik merupakan sampah berbobot paling berat dalam komposisi sampah yang masuk pada TPST Piyungan dengan nilai jual tinggi yang seringkali diabaikan. Timbulan sampah Kabupaten Sleman sendiri pada tahun 2020 mencapai 256.210,07 ton dalam setahun dengan persentase sampah yang terkelola hanya 52,37%. Artinya dalam setahun sebanyak 47,63% atau sekitar 122.032,86 ton sampah yang tidak dikelola memenuhi TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) Piyungan setiap tahunnya, sehingga semakin mendesak masyarakat untuk memiliki kesadaran untuk mengolah sampah secara mandiri. Bank Sampah merupakan sarana yang efektif untuk mengelola dan mengurangi sampah. Dalam penelitian ini, Bank Sampah dikategorikan berdasarkan lokasi, usia, dan jumlah anggota bank sampah. Dari penelitian didapati bahwa apabila bank sampah dapat mengolah sampah organik dengan optimal, maka sebanyak 48,37% sampah pada kabupaten sleman dapat tereduksi dan dimanfaatkan oleh bank sampah serta masyarakat sekitar. Peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam peningkatan kinerja bank sampah dimana masyarakat berperan sebagai “pemberdaya” dikarenakan dengan peran aktif masyarakat, pendapatan serta efektifitas kinerja bank sampah dapat meningkat.