<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Spiritualitas dan Regulasi Emosi pada Mahasiswa Muslim Penyintas Kekerasan di Indonesia

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Mahasiswa penyintas kekerasan rentan mengalami dampak psikologis yang memengaruhi kemampuan regulasi emosi. Spiritualitas Islam dipandang sebagai salah satu faktor protektif yang dapat membantu individu menghadapi pengalaman traumatis melalui pembentukan makna hidup, penguatan harapan, dan pengelolaan emosi yang lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara spiritualitas Islam dan regulasi emosi pada mahasiswa penyintas kekerasan di Indonesia.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 183 mahasiswa Muslim penyintas kekerasan berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) dan Islamic Spirituality Scale. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman's rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara spiritualitas Islam dan regulasi emosi secara keseluruhan (r = -0,046; p = 0,535). Namun, spiritualitas Islam memiliki hubungan positif yang signifikan dengan cognitive reappraisal (r = 0,240; p = 0,001) dan hubungan negatif yang signifikan dengan expressive suppression (r = -0,261; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa spiritualitas Islam lebih berkaitan dengan penggunaan strategi regulasi emosi tertentu daripada regulasi emosi secara keseluruhan. Semakin tinggi spiritualitas Islam, semakin tinggi kecenderungan menggunakan cognitive reappraisal dan semakin rendah kecenderungan menggunakan expressive suppression.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By