Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Remaja : A Scoping Review
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Prevalensi diabetes melitus tipe 2 (DMT2) pada remaja mengalami peningkatan yang signifikan dalam satu dekade terakhir. Perubahan gaya hidup modern seperti pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan meningkatnya prevalensi obesitas berperan besar terhadap peningkatan kasus ini. Remaja menjadi kelompok usia yang rentan karena adanya perubahan hormonal selama pubertas yang dapat memengaruhi sensitivitas insulin. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi berbagai faktor risiko yang mendasari terjadinya DMT2 pada kelompok usia ini. Metode: Penelitian ini merupakan scoping review terhadap empat artikel ilmiah yang diterbitkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Artikel dicari menggunakan database elektronik seperti PubMed, SageJournal, Taylor & Francis, ScienceDirect, ProQuest, Springer, dan EBSCOhost dengan menggunakan kata kunci seperti “type 2 diabetes”, “risk factors”, dan “adolescents”. Kriteria inklusi meliputi studi dengan subjek remaja yang menderita DMT2. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa faktor risiko paling menonjol meliputi kadar HbA1c (Hemoglobin A1c) yang tinggi (≥6,3%), obesitas (IMT (Indeks Masa Tubuh) ≥ persentil ke-95), riwayat keluarga diabetes, pola makan tinggi gula dan lemak, serta gaya hidup sedentair. Selain itu, faktor lain yang berkontribusi signifikan adalah usia remaja yang lebih tua, status sosial ekonomi tinggi, tempat tinggal di daerah perkotaan, kadar trigliserida tinggi, dan resistensi insulin. Simpulan: Terdapat berbagai faktor risiko yang saling berinteraksi dalam meningkatkan kerentanan remaja terhadap DMT2, baik yang bersifat biologis, gaya hidup, maupun sosial ekonomi. Identifikasi dini terhadap faktor-faktor ini penting untuk perencanaan intervensi pencegahan yang komprehensif melalui pendekatan lintas sektor yang melibatkan keluarga, sekolah, dan institusi kesehatan.