<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

GAMBARAN RESILIENSI REMAJA TUNANETRA BUKAN BAWAAN LAHIR

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran resiliensi remaja tuna netra bukan bawaan lahir, dimana subjek yang digunakan adalah individu yang berada di wilayah Yogyakarta dan Jakarta yang mengalami tunanetra akibat penyakit atau kecelakaan di usia remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Sementara pemilihan subjek penelitian selanjutnya dilakukan secara non probalititas sampling menggunakan metode snow ball sampling. Analisis data dilakukan sesuai dengan tahapan yang dijelaskan oleh Smith (2009). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masingmasing responden memiliki faktor resiko dan faktor protektif yang berbeda-beda sehingga implementasi dimensi resiliensi juga berbeda. Hal ini menyebabkan responden memiliki dinamika resiliensi yang berbeda pula. Menurut Tomy (2006) bahwa perkembangan resiliensi pada remaja ditentukan oleh adanya risk factors dan protective factors yang dimiliki. Seorang remaja dikatakan memiliki resiliensi apabila memiliki keseimbangan antara risk factors dan protective factors.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By