<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Prediktor Lama Perawatan Pasien Gagal Jantung: Penelitian Satu Pusat di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Gagal jantung adalah sindrom klinis penyebab utama kematian dan kecacatan dengan perjalanan klinis yang bervariasi. Banyak faktor yang dapat menjadi prediktor lama perawatan pasien gagal jantung dan perlu dievaluasi untuk mengidentifikasi pasien yang membutuhkan pemantauan dan terapi yang lebih intensif. Meskipun berbagai faktor secara individual diketahui berhubungan dengan lama perawatan gagal jantung, beberapa prediktor harus dianalisis secara bersamaan dalam model multi-variabel untuk memperbaiki dan mengukur kemampuan prediksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prediktor lama perawatan pasien yang dirawat di rumah sakit dengan diagnosis utama gagal jantung. Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan cross sectional menggunakan data retrospektif. Data ditelusuri dan dikumpulkan dari rekam medik pasien gagal jantung yang meliputi karakteristik demografi dan karakteristik klinis pasien, terapi obat yang diberikan selama perawatan, terapi penunjang, hasil pemeriksaan laboratorium, hasil pemeriksaan penunjang selama perawatan dan diagnosis akhir perawatan. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis secara statistik menggunakan metode regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak R untuk mengetahui faktor-faktor yang secara bersama-sama mempengaruhi lama perawatan pasien gagal jantung. Dari hasil penelusuran data rekam medis, sebanyak 494 pasien gagal jantung dimasukkan dalam penelitian ini dengan rata-rata usia 61,02 (±14,161) tahun dan rata-rata lama perawatan di rumah sakit selama 6 hari. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diketahui beberapa variabel dari kelompok variabel demografi (pembiayaan) variabel klinis (keluhan ascites saat masuk IGD, keluhan lemas selama di rawat inap), terapi obat selama rawat inap (spironolakton, digoxin, curcuma, antibiotik) serta hasil pemeriksaan penunjang (kadar natrium dalam darah dan efusi pleura hasil pemeriksaan thorax) berpotensi menjadi prediktor lama perawatan pasien gagal jantung.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By