Pengaruh Suhu pada AMF (Artificial Membrane Feeding) terhadap Daya Hisap Nyamuk Aedes aegypti di Laboratorium
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Nyamuk Aedesaegypti dapat dikembang biakkan dilaboratorium. Blood feeding bertujuan memberikan umpan darah pada nyamuk dewasa melalui membrane efeeding menggunakan Artificial Membrane Feeding (AMF) yang diberi darah dengan pemanas. Pemanas diperkirakan dapat meningkatkan kemampuan daya hisap nyamuk Ae.aegypti di laboratorium.Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian pemanas pada kemampuan daya hisap nyamuk Ae.aegypti di laboratorium. Metode : Sembilan ratus enam puluh ekor nyamuk Ae.aegyptibetina berumur3 – hari dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok I dan II adalah kelompok nyamuk Ae.aegypti yang menghisap darah melalui AMF dengan suhu 24 oC dan 37oC selama1 jam. Nyamuk yang menghisap darah selanjutnya dihitung. Data yang dihasilkan dianalisis dengan uji t tidak berpasangan. Hasil : Daya hisap nyamuk Ae.aegypti pada kelompok suhu 37oC (rerata 25 ekor) lebih baik disbanding kelompok suhu 24oC (rerata 11 ekor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 37oC dan 24oC memiliki perbedaan secara bermakna (p = 0.000). Kesimpulan : Blood feeding pada AMF dengan suhu 37oC memiliki daya hisap yang lebih baik dibandingkan pada AMF dengan suhu 24oC.