<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Perbandingan Debit Puncak Banjir Rancangan Pada Sub Das Stasiun Automatic Water Level Recorder (Awlr) Salamsari

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Debit banjir rancangan merupakan informasi yang penting bagi pengelola sumber daya bidang keairan terutama pada perencanaan bangunan keairan. Dibutuhkan hasil analisis debit banjir rancangan yang tepat supaya pemodelan hidrograf banjir bisa sesuai pada kondisi daerah aliran sungai (DAS). Akan tetapi, tidak semua sungai mempunyai stasiun pengukuran debit seperti Automatic Water Level Recorder (AWLR) untuk analisis debit banjir rancangan sehingga dalam analisis digunakan data pengukuran curah hujan. Stasiun AWLR Salamsari terletak di hulu Sub DAS Kali Blongkeng menjadi bagian dalam DAS Progo memiliki peranan penting untuk keberlangsungan hidup masyarakat, dibutuhkan metode analisis debit banjir rancangan dengan kala ulang hujan yang tepat agar perencanaan sumber daya keairan serta usaha pengendalian banjir menjadi optimal. Analisis debit banjir rancangan pada Sub DAS AWLR Salamsari memakai metode hidrograf satuan sintetis (HSS) GAMA I, Limantara, dan ITB-2 analisis memakai software HEC-HMS. Digunakan data curah hujan, data debit observasi, dan data karakteristik Sub DAS AWLR Salamsari melalui analisis software QGIS. Hasil debit puncaknya dibandingkan dengan data debit observasi Stasiun AWLR Salamsari lalu dievaluasi (validasi) memakai parameter statistik koefisien determinasi (R 2) dan percent error in peak (PEP), karena keterbatasan data sehingga diambil 2 kejadian banjir (single-event) pada 8-9 Februari 2013 dan 23-24 Desember 2014. Hasil dari analisis metode HSS GAMA I adalah metode yang paling mendekati debit observasi pada Sub DAS AWLR Salamsari dengan hasil pada kejadian 8-9 Februari 2013 didapatkan nilai R 2 sebesar 0,82 (hujan efektif SCS) dan 0,83 (hujan efektif indeks infiltrasi), untuk nilai PEP sebesar 1,67% (hujan efektif SCS) dan 7,10% (hujan efektif indeks infiltrasi). Pada kejadian 23-24 Desember 2014 didapatkan hasil nilai R 2 sebesar 1,00 (hujan efektif SCS) dan 0,94 (hujan efektif indeks infiltrasi) dengan performa sangat baik.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By