Pengetahuan, Persepsi, Sikap, dan Praktik Terkait Akal Imitasi Para Tenaga Kesehatan di RSUD Sleman
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Perkembangan Akal Imitasi (AI) membawa perubahan besar dalam bidang kesehatan. Namun, pemahaman dan penerapannya di Indonesia masih terbatas dan dapat dipengaruhi oleh pengetahuan, persepsi, sikap, dan praktik tenaga kesehatan. Tujuan: Menganalisis hubungan karakteristik responden dengan pengetahuan, persepsi, sikap, dan praktik, serta pengaruh pengetahuan, persepsi, dan sikap terhadap praktik penggunaan AI pada tenaga kesehatan di RSUD Sleman. Metode: Penelitian survei menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas (Cronbach’s alpha > 0,6). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi <0,05 serta uji korelasi Spearman untuk mengetahui arah hubungan. Sementara itu, uji regresi Firth untuk menilai pengaruh pengetahuan, persepsi, dan sikap terhadap praktik. Hasil: Sejumlah 81 responden telah dilibatkan dalam peneltian ini dengan responden berpengetahuan kategori cukup (39,51%), persepsi positif (74,07%), sikap baik (86,42%), dan praktik kurang (50,62%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik responden dengan keempat variabel terikat yang diteliti. Sebaliknya, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, persepsi, dan sikap, dengan praktik (p<0,001; p=0,003; p=0,011) dengan korelasi positif kategori moderat hingga lemah. Analisis multivariat menunjukkan pengaruh yang signifikan antara pengetahuan terhadap praktik AI (CI=1,12-32,70; AOR=5,57). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan tenaga kesehatan terkait AI tergolong cukup. Sementara itu, persepsi dan sikap tergolong positif. Namun, praktik penggunaan AI masih kurang.