<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Tata Kelola Organisasi dan Strategi Penguatan untuk Keberlanjutan UMKM: Studi Kasus Geothermal Coffee Process Mitra Binaan PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola organisasi dan pengelolaan usaha pada Geothermal Coffee Process (GCP), mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan strategi penguatan tata kelola guna mendukung keberlanjutan usaha. GCP merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis Corporate Social Responsibility (CSR) binaan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang yang memanfaatkan energi panas bumi sebagai sumber energi alternatif dalam proses pengeringan kopi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pihak CSR PGE Area Kamojang dan pengelola GCP. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GCP telah memiliki sistem pengelolaan usaha yang mampu mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha melalui dukungan fasilitas, pelatihan, pendampingan, dan promosi dari PGE Area Kamojang. Namun, tata kelola organisasi masih menghadapi berbagai kendala, antara lain struktur organisasi yang bersifat informal, keterbatasan sumber daya manusia dalam aspek manajerial, ketergantungan pada individu tertentu, belum tersusunnya perencanaan produksi yang terstruktur, sistem administrasi dan keuangan yang belum optimal, keterbatasan pemasaran, serta belum adanya badan hukum yang jelas. Untuk mendukung keberlanjutan usaha, diperlukan strategi penguatan tata kelola melalui pembentukan badan hukum, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perbaikan sistem administrasi dan keuangan, penyusunan rencana produksi yang lebih terstruktur, serta penguatan pemasaran dan pendampingan berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberlanjutan GCP tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk dan teknologi yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam menerapkan tata kelola usaha yang efektif, profesional, dan berkelanjutan.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By