<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perancangan Pancer Door Wildlife Sanctuary Sebagai Kawasan Konservasi Penyu di Kabupaten Pacitan Dengan Pendekatan Renaturalisasi

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Satwa penyu termasuk dalam Appendix I berdasarkan CITES karena mengalami degradasi populasi yang sangat memprihatinkan. Marine Species Conservation Coordinator WWF Indonesia Dwi Suprianti menjelaskan, Indonesia menjadi rumah bagi 6 dari total 7 spesies yang tersisa di dunia. Status “endangered” satwa penyu mendorong masyarakat Indonesia untuk berperan dalam proses pelestarian populasinya, salah satunya dengan usaha konservasi penyu. Akan tetapi, usaha konservasi tersebut masih sering mengalami keterhambatan pada aspek tempat konservasinya.Area penangkaran penyu yang tidak memperhatikan aspek biologisnya dalam bertelur, penetasan, dan bergerak selama karantina menjadi faktor-faktor yang kurang menunjang terhadap keberhasilan konservasi. Dengan melakukan penelitian yang mendalam terkait perilaku hidup dan bertelur penyu serta kebutuhan aspek biologisnya, penulis bertujuan untuk memberikan usulan penyelesaian berupa desain arsitektural dengan pendekatan renaturalisasi guna mempertahankan perilaku penyu untuk dikarantina di tempat yang menyerupai habitat aslinya. Kabupaten Pacitan yang menjadi salah satu wilayah perairannya digunakan penyu untuk bertelur mencanangkan adanya tempat penangkaran penyu. Berdasarkan urgensi yang ditarik dari isu dan permasalahan tersebut terciptalah gagasan penulis untuk merencanakan kawasan konservasi penyu dalam bentuk wildlife sanctuary di Pancer Door Pacitan dengan pendekatan renaturalisasi sebagai bentuk upaya nyata menciptakan tempat konservasi penyu yang dapat membantu fase karantina dan menetaskan telur penyu dengan optimal untuk mendukung pelestarian populasinya.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By