<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Penerapan Kaizen dengan menggunakan Metode PDCA dan 5s untuk Meningkatkan Produktivitas Pada Proses Pembuatan Bodi dan Rangka Bus (Studi Kasus: PT. Laksana Bus Manufaktur)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

PT. Laksana Bus Manufaktur adalah perusahaan karoseri yang bergerak dalam industri otomotif dalam proses produksi bus. Perusahaan ini terjadi bottleneck yang diakibatkan keterlambatan pemasangan assy body part lambung, pintu, dan bagasi pada divisi bodi rangka. Pemecahan masalah dilakukan menggunakan Kaizen dengan Siklus PDCA dan 5S (Standardize). Pada penelitian ini peneliti mengidentifikasi, mencari faktor penyebab, dan perencanaan perbaikan pada tahap Plan. Pada tahap Do dilakukan penerapan usulan perbaikan menggunakan Standardize dari 5S yaitu membuat papan monitoring dengan sistem magnet sebagai tindak lanjut meningkatkan sistem kontrol visual dan standar tempat kerja. Pada tahap Check dilakukan pemeriksaan dengan produktivitas faktor tunggal pada hasil produksi yaitu rasio input dan output produksi yang berupa chassis menjadi bodi dan rangka bus. Pada tahap Action dilakukan standarisasi menggunakan SOP yang sudah disesuaikan dengan penggunaan papan monitoring dan kondisi ideal produksi divisi bodi rangka. Selanjutnya dilakukan pengujian sistem menggunakan System Usability Scale untuk mengukur ketergunaan dan kemudahan antarmuka pada papan monitoring. Hasil dari penelitian ini adalah standarisasi SOP kondisi ideal dan prosedur penggunaan yang disesuaikan dengan papan monitoring dan skor SUS dengan nilai 70,125. Penilaian dikategorikan memiliki Acceptability Score yaitu “Acceptable”, Grade Scale yaitu “C”, dan Adjective Rating yaitu “OK”. Papan Monitoring Lambung Pintu Bagasi Bodi Rangka dapat diterima oleh pengguna tetapi masih belum sepenuhnya usable. Hal yang perlu diperhatikan adalah pada item SUS Q8 dan Q10. Pada penilaian setiap item tersebut memiliki nilai rendah yaitu berada diatas nilai tengah yang seharusnya nilai berada dibawah nilai tengah untuk menghasilkan skor SUS yang lebih tinggi.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By