Analisis Postur Kerja dan Perbaikan Alat Kerja Pada Bagian Pengadukan menggunakan Metode Rula (Rapid Upper Limb Assessment) untuk Meminimalisir Risiko Musculoskeletal Disorders (Msds) (Studi Kasus: UMKM Jenang Karomah)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
UMKM Jenang Karomah adalah pusat oleh-oleh makanan tradisional yang terkenal di Kudus namun belum mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Alat yang digunakan dalam proses produksi masih manual. Terutama pada bagian pengadukan yang masih menggunakan tungku besar dan dilakukan dengan berdiri. Berdasarkan kuesioner Nordic Body Map, terdapat keluhan sakit yang dialami operator pengadukan pada bagian tubuh atas yaitu, bagian leher, bahu, lengan, pinggang, dan tangan. Keluhan yang dialami operator pengadukan mengindikasikan pada keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Perlu dilakukan analisis lebih lanjut terkait postur kerja pada operator pengadukan dengan menggunakan metode RULA. Hasil akhir dari perhitungan RULA yaitu sebesar 7 dengan action level sangat berisiko dan membutuhkan perubahan saat ini juga. Untuk itu perlu adanya perbaikan alat kerja pada stasiun kerja. Berdasarkan hasil penyusunan House of Quality menggunakan metode Quality Function Deployment yaitu spesifikasi desain antara lain, memudahkan pekerjaan, menambahkan busa pada alas duduk, desain ergonomis, menggunakan bahan kayu solid, dan menambahkan pijakan kaki dengan pendekatan antropometri. Berdasarkan penentuan dimensi antropometri didapatkan ukuran kursi dengan tinggi sandaran 89,48 cm. jarak antara sandaran punggung atas dengan alas 34,69 cm. Tinggi sandaran terluar 54,72 cm. Tinggi sandaran dalam 46,36 cm. Lebar alas kursi 44,1 cm. Panjang alas kursi 35,29 cm. Tinggi kursi dari lantai ditambah dengan tinggi tungku menjadi 95,39 cm. Serta untuk panjang karet pada handle pengaduk 15,17 cm.