Pengaruh Stres Terhadap Tingkat Kebersyukuran Mahasiswa Universitas Islam Indonesia
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Kebersyukuran yang merupakan sikap mental yang mengacu pada penghargaan dan pengakuan terhadap hal-hal positif dalam hidup, sedangkan stres adalah respons fisiologis dan psikologis terhadap tekanan dan tuntutan dalam lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan keduanya yaitu antara kebersyukuran dan stres pada mahasiswa dengan responden berjumlah 79 orang mahasiswa. Metode penelitian ini ialah korelasional kuantitatif dengan menggunakan pengukuran skala stres oleh Lovibond, S. H., & Lovibond, P. F. (1995). The Depression Anxiety and Stress Scales (DASS). Manual (2nd ed.). Sydney: Psychology Foundation. Berdasarkan hasil uji hipotesis, ditemukan hasil penelitian bahwa korelasi antara stres dan kebersyukuran adalah -0,446 dengan nilai signifikansi p = 0,001. Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres yang dialami mahasiswa, semakin rendah tingkat kebersyukuran yang dirasakan, dan sebaliknya. Korelasi negatif ini mengindikasikan bahwa ada hubungan terbalik antara tingkat stres dan kebersyukuran, di mana peningkatan stres akan menurunkan tingkat kebersyukuran.