<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Antara Kematangan Emosi dengan Pemaafan pada Remaja Akhir

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan pemaafan pada remaja akhir. Partisipan terdiri dari 127 remaja akhir berusia 18–21 tahun (69,3% perempuan, 30,7% laki-laki) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan survei. Variabel pemaafan diukur menggunakan Bolton Forgiveness Scale (BFS) yang terdiri dari tiga dimensi: berdamai dan melepaskan (Coming to Terms and Letting Go), mengembangkan perasaan positif (Developing Positive Feelings), dan memberi manfaat dari keraguan (Giving Benefit of the Doubt). Sementara itu, variabel kematangan emosi diukur menggunakan Exploring the Psychological Maturity Scale yang terdiri dari empat dimensi: kesadaran diri (self-awareness), otonomi (autonomy), fleksibilitas (flexibility), dan ketahanan ego (ego resilience). Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kematangan emosi dan pemaafan (r = 0,499, p < 0,01), dengan effect size sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kematangan emosi individu, maka semakin besar kecenderungan mereka untuk memberikan pemaafan.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By