Internalisasi Nilai-Nilai Multikultural Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Smp Negeri 2 Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sosial yang terjadi di Indonesia yang disebabkan oleh perbedaan pandangan agama, budaya, dan etnis. Hal ini dapat dicegah jika nilai-nilai multikultural terinternalisasi melalui proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang diajarkan juga dipraktekan di sekolah. Penelitian ini bertujuan menjelaskan nilai-nilai multikultural apa saja yang dikembangkan juga menjelaskan internalisasi nilai-nilai multukultural dan capaian dari internalisasi nilai-nilai multikultural pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan desktiptif dengan jenis penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, guru BK, dan peserta didik SMP Negeri 2 Lawang Kidul yang ditentukan secara porpusive sampling dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yaitu melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai-nilai multikultural yang terdapat dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Lawang Kidul terdiri dari nilai toleransi, nilai kesetaraan, nilai kekerabatan, dan nilai humanisme yang diupayakan oleh guru Pendidikan Agama Islam dengan memberikan keteladan serta membimbing peserta didik dengan melatih juga membiasakan peserta didik untuk bersikap toleran, anti diskriminatif, juga memberikan pemahaman dialog melalui musyawarah. Capaian dari internalisasi nilai-nilai multikultural tersebut oleh peserta didik tercermin pada sikap saling ketergantungan, saling bekerjasama, memberikan kebebasan keikutsertaan dalam aktivitas sekolah yang berlangsung dalam aktivitas peserta didik.