Usulan Penerapan Lean Six Sigma untuk Meminimasi Defect Misrun Produk Pulley Cv. Mitra Karya Utama
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
CV. Mitra Karya Utama (MKU) merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang pengecoran logam berupa ferro casting (FC), ferro casting ductile (FCD) dan steel. Salah satu produk yang dihasailkan adalah produk pulley, dimana produk ini berfungsi sebagai komponen penghubung putaran, umumnya digunakan pada mesin bubut. Pada proses produksi pulley ditemukan permasalahan yang terjadi pada 7 waste. Waste defect merupakan waste yang paling berpengaruh terhadap terjadinya 7 waste dengan persentase metode Waste Assesment Model (WAM) terbesar senilai 19,29% yang membuat waste prioritas untuk diminimalisir. Berdasarkan rata-rata DPMO senilai 47887,9172 dan rata-rata level sigma senilai 3,198 menunjukan masih perlu peningkatakan kualitas untuk meningkatkan nilai level sigma yang lebih tinggi. Diketahui terdapat 4 faktor terjadinya defect pulley dimana berdasarkan diagram pareto persentase tertinggi terjadi pada kegagalan misrun dengan persentase sebesar 42,62%. Hasil analisa penyebab terjadinya misrun pada produk pulley menggunakan metode Mode and Effects Analysis (FMEA) terdapat tiga penyebab kegagalan utama yang memiliki skor kategri RPN “tinggi” untuk segera diperbaiki yaitu proses pouring terlalu lambat, proses pouring terlalu tinggi dan kesalahan pembuatan cetakan cor. Hasil rekomendasi perbaikan pada tahapan 5W+1H dimana perusahaan perlu melakukan sosialisasi, pengawasan dan implementasi SOP dalam proses pengecoran yang benar, penyesuaian lingkungan kerja dalam hal penambahan kipas angin dan relokasi penempatan tanur juga harus dilakukan, terakhir penambahan penggunaan pouring basing untuk menjaga tekanan logam cair pada saat proses pouring. Selain itu perusahaan perlu melakukan controlling secara berkala terhadap rekomenadasi yang sudah dirancang berdasarkan tracking checksheet supervisor area produksi.