Pengembangan Sediaan Balm Repelan Nyamuk dari Minyak Atsiri Limbah Kulit Jeruk
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Kulit jeruk mengandung minyak atsiri kaya senyawa bioaktif seperti limonene dan linalool, yang berpotensi sebagai repelan alami terhadap nyamuk. Namun, limbah kulit jeruk dari rumah tangga dan industri sering tidak dimanfaatkan dengan baik, berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan. Pemanfaatan minyak atsiri kulit jeruk sebagai bahan aktif pada formulasi balm repelan tidak hanya menawarkan alternatif alami yang aman, tetapi juga mendukung pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan balm repelan nyamuk berbahan aktif minyak atsiri limbah kulit jeruk serta mengevaluasi efektivitasnya. Metode: Minyak atsiri diperoleh melalui destilasi air dari limbah kulit jeruk dan dianalisis kandungannya menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Atsiri ini diformulasikan dalam bentuk balm menggunakan campuran beeswax dan vaselin, kemudian diuji fisik (organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar). Uji efektivitas dilakukan terhadap nyamuk Aedes aegypti dengan variasi konsentrasi untuk menentukan formula optimal. Hasil: Analisis GC-MS menunjukkan minyak atsiri kulit jeruk mengandung limonene 97,12% sebagai senyawa utama. Semua formula balm memiliki stabilitas fisik baik. Formula FII (10%) menunjukkan daya sebar tertinggi dan proteksi 100% selama 3 jam terhadap Aedes aegypti, sedangkan FI (5%) dan FIII (15%) masing- masing memberikan proteksi 95,65% dan 91,30%. Uji ANOVA menunjukkan perbedaan tidak signifikan antar formula, namun FII dinilai paling optimal secara praktis. Kesimpulan: Balm anti nyamuk dari minyak atsiri kulit jeruk manis efektif sebagai repelan alami, dengan konsentrasi 10% sebagai formula paling optimal.