<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Strategi Pengendalian Risiko Keselamatan Kerja di Lantai Produksi menggunakan Metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (Hirarc) Serta Fault Tree Analysis (FTA) (Studi Kasus: PT. Sari Warna Asli Unit V Kudus)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

PT. Sari Warna Asli Unit V Kudus merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam pemintalan benang berfokus pada produksi dua jenis benang yaitu polyester dan cotton. Proses produksi terdiri dari 6 tahapan yaitu tahap mesin Blowing, Carding, Drawing, Speed Frame, Ring Frame, dan Winding. Sebagai industri manufaktur, pekerja di PT. Sari Warna Asli Unit V terintegrasi dengan fasilitas pabrik seperti lantai produksi, mesin, dan peralatan. Hal ini berpotensi menimbulkan risiko bahaya berupa kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja sehingga menghambat produktivitas pekerja. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, tercatat peningkatan jumlah kasus kecelakaan kerja di PT. Sari Warna Asli Unit V Kudus selama lima tahun terakhir yaitu 11 kasus pada 2019, 14 kasus pada 2020, 18 kasus pada 2021, 19 kasus pada 2022, dan 22 kasus pada 2023. Potensi bahaya yang ditemukan meliputi tangan tergores, tangan terjepit mesin, tangan terkilir, terpeleset, gangguan pernapasan, serta gangguan pendengaran. Oleh karena itu, perlu suatu pengendalian melalui hierarki pengendalian. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi yang dapat menyebabkan risiko bahaya pada lantai produksi, memberikan penilaian risiko dari hasil identifikasi bahaya serta memberikan rekomendasi perbaikan terhadap potensi risiko bahaya dengan menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) dan FTA (Fault Tree Analysis) untuk mencari akar penyebab potensi risiko dapat terjadi sehingga rekomendasi perbaikan yang diberikan dapat optimal. Hasil dari penelitian tersebut ditemukan potensi bahaya sebesar 13% (5 risiko) kategori low, 46% (18 risiko) kategori moderate, 33% (13 risiko) kategori high, dan 8% (3 risiko) kategori extreme. Analisis FTA dilakukan pada potensi bahaya yang termasuk kategori extreme yang mempengaruhi tujuan dari perusahaan yang ditemukan yaitu kontak langsung dengan saluran dan cone terpental. Pengendalian yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah penggunaan alat bantu, pengadaan alat bantu, penyusunan dan penerapan SOP, pelatihan K3, pemasangan kipas ventilasi dan peredam getaran, penerapan sistem rotasi kerja, dan penggunaan APD.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By