<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Kinerja Koordinasi Simpang dengan Menggunakan Permodelan Vissim (Studi Kasus: Simpang Bersinyal Ngasem dengan Simpang Tak Bersinyal Gandok Jalan Kaliurang Km. 9)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Banyak simpang di Kabupaten Sleman, Yogyakarta yang merupakan simpang sebidang dan berpotensi menimbulkan konflik lalu lintas. Diantaranya Simpang Bersinyal Ngasem dan Simpang Tak Bersinyal. Permasalahan lalu lintas yang terjadi di kedua simpang tersebut adalah belum adanya koordinasi simpang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja Simpang Ngasem dan Simpang Gandok yang terletak di Jl. Kaliurang Km. 9, sehingga dicari solusi untuk mengurangi kemacetan dengan cara mengkoordinasikan kedua simpang. Data yang digunakan diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan pada saat jam puncak, kemudian dianalisis dan dimodelkan dengan menggunakan software VISSIM. Parameter yang digunakan untuk memilih solusi alternatif terbaik adalah tundaan, panjang antrean dan kecepatan. Hasil penelitian menunjukkan Simpang Ngasem dan Simpang Gandok belum terkoordinasi. Solusi perencanaan yang dilakukan adalah alternatif 1 dengan memberikan kedua simpang waktu siklus selama 76 detik dengan metode early cut off, alternatif 2 selama 130 detik dengan metode early cut off, alternatif 3 selama 130 detik dan alternatif 4 dengan metode early cut off selama 72 detik. Dari hasil analisis yang dilakukan, diketahui alternatif 1 sebagai alternatif terbaik karena memberikan hasil pelayanan jalan yang terbaik dibandingkan dengan alternatif lainnya, dengan adanya penurunan panjang antrean yang signifikan pada Simpang Ngasem lengan Barat sebesar 21,69%, Selatan sebesar 86,94% dan pada Simpang Gandok lengan Utara sebesar 76,09%, Timur sebesar 29,35%, Selatan sebesar 34,97%. Nilai tundaan juga mengalami penurunan pada Simpang Ngasem lengan Barat sebesar 2,53%, Selatan sebesar 51,96% dan pada Simpang Gandok lengan Utara sebesar 2,98%. Nilai kapasitas mengalami peningkatan sebesar 80% pada Simpang Ngasem.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By