Perancangan Wisata Edukasi Rumah Teh Pagilaran dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Perancangan Rumah Teh Pagilaran dilatarbelakangi oleh penurunan wisatawan di Kawasan Wisata Pagilaran dan isu lingkungan. Kawasan Wisata Pagilaran merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Batang yang terkenal dengan perkebunan tehnya yang luas dan bersejarah. Jumlah wisatawan di Kabupaten Batang mengalami peningkatan, sedangkan jumlah wisatawan Kawasan Wisata Pagilaran mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan kurangnya minat wisatawan untuk berkunjung ke Kawasan Wisata Pagilaran. Salah satu penyebab turunnya jumlah wisatawan adalah alih fungsi lahan menjadi kebun palawija dan tanaman musiman yang menyebabkan berkurangnya peneduh alami berupa pepohonan, sehingga kawasan wisata menjadi panas dan pengunjung merasa kurang nyaman. Untuk menarik kembali minat wisatawan, dilakukan perancangan Rumah Teh Pagilaran berbasis wisata edukasi dengan pendekatan arsitektur ekologis. Wisata edukasi menyediakan pengalaman baru, dimana pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga mempelajari sejarah dan proses pembuatan teh. Karena lokasi perancangan berada di kebun teh, rancangan harus mempertimbangkan kelestarian dan keseimbangan dengan alam. Pendekatan arsitektur ekologis dilakukan dengan mengutamakan efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, meminimalkan jejak karbon, serta mengintegrasikan bangunan dengan lanskap perkebunan teh. Dengan desain memanfaatkan sistem thermal mass yang dilapisi insulasi dan dapat dibuka-tutup, efisiensi energi berhasil dicapai, dimana kebutuhan energi untuk menghangatkan ruangan turun sebesar 24% dari baseline. Penggunaan material ramah lingkungan diuji melalui simulasi life-cycle assessment yang menunjukkan bahwa perancangan Rumah Teh Pagilaran mencapai Grade A dengan embodied carbon sebesar 346 kgCO2e/m2.