Prarancangan Pabrik Isopropil Benzene dari Benzene dan Propilen Kapasitas 85.000 Ton/tahun
| dc.Identifier.NIM | 18521136 | |
| dc.contributor.author | Khuntari, Nilla Octavia | |
| dc.contributor.author | Agdene, Gifty Dube | |
| dc.date.accessioned | 2025-09-04T03:32:58Z | |
| dc.date.available | 2025-09-04T03:32:58Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.description.abstract | Isopropil benzene merupakan cairan tidak berwarna dan mudah terbakar. Isopropil benzene memiliki rumus senyawa C9H12. Isopropil benzene merupakan produk menengah yang memiliki peranan sangat penting dapat menghasilkan banyak produk industri seperti nylon-6, epoxy, polycarbonate dan solvent. Pabrik isopropil benzene merupakan pabrik yang berisiko tinggi karena tekanan dan suhu operasi tinggi (tekanan 25 atm dan suhu operasi 250 oC). Pabrik isopropil benzene dengan kapasitas 85.000 Ton/Tahun direncanakan dibangun di kota Cilegon, Banten dengan luas total 51.928 m2 untuk memenuhi kebutuhan isopropil benzene di Indonesia. Bahan baku yang dibutuhkan adalah benzene dan propilene. Pegawai sebanyak 150 orang dan pabrik beroperasi selama 24 jam/hari atau selama 330 hari/tahun. Untuk utilitas yang dibutuhkan yaitu air pendingin sebanyak 319752,7661 Kg/Jam, air domestic sebanyak 5438,8343 Kg/Jam serta kebutuhan steam sebesar 11267,5498 Kg/Jam. Sedangkan untuk kebutuhan listrik sebesar sebesar 888,9 kW yang didapatkan dari PLN serta cadangan dari generator. Dari analisa kelayakan pendirian pabrik menggunakan analisis ekonomi dengan modal total investasi yang terdiri dari penanaman modal tetap dan modal kerja untuk total biaya produksi Rp 1.739.542.474.817,08 dan pejualan tahunan sebesar Rp 1.885.000.000.000,0. Keuntungan sebelum pajak Rp 145.457.525.182,92 serta keuntungan sesudah pajak sebesar Rp 113.456.869.642,68. Untuk hasil Break Event Point (BEP) sebesar 53 %, Shut Down Point (SDP) sebesar 44 % dan Discounted Cash Flow rate of Return (DCFR) sebesar 18 %. Untuk hasil Return On Investment (ROI) sebelum pajak (ROIb) sebesar 56 %. Serta Return On Investment sesudah pajak (ROIa) sebesar 44%. Untuk hasil Pay Out Time (POT) sebelum pajak (POTb) sebesar 1,5 tahun. Untuk Pay Out Time setelah pajak (POTa) sebesar 1,8 tahun. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari evaluasi ekonomi dapat disimpulkan jika pabrik isopropyle benzene dengan kapasitas 85.000 Ton/Tahun layak didirikan. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/57649 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Isopropyle Benzene | en_US |
| dc.subject | Propilene | en_US |
| dc.subject | Benzene | en_US |
| dc.title | Prarancangan Pabrik Isopropil Benzene dari Benzene dan Propilen Kapasitas 85.000 Ton/tahun | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |