Studi Eksperimen Variasi Umur Penyambungan Beton Lama dan Beton Baru Pada Balok Ditinjau dari Kuat Lentur
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Balok merupakan komponen struktural utama dalam konstruksi beton bertulang yang
dirancang untuk menahan beban vertikal dan beban lentur yang bekerja tegak lurus terhadap
sumbunya. Dalam praktik di lapangan, proses pengecoran balok seringkali terkendala karena
beberapa faktor seperti cuaca dan pengiriman beton sehingga pengecoran dilakukan secara bertahap
antara beton lama dan beton baru yang disambung dengan sambungan beton.
Pada penelitian ini dilakukan pengujian lentur balok beton yang dicor secara bertahap
menggunakan bahan untuk penyambungan beton baru yaitu Sikacim Bonding Adhesive pada
penyambungan beton yang sudah lama mengeras dan beton yang baru dicor dalam beberapa variasi
umur beton. Penelitian ini menggunakan 3 benda uji balok normal tanpa sambungan dan 9 balok
sambungan hari berukuran 600 mm x 150 mm x 150 mm. Variasi umur pada beton lama yaitu 3
hari, 7 hari, dan 14 hari dan pengujian lentur balok mengacu pada SNI 4431 – 2011 yang dilakukan
pada saat umur beton baru mencapai 28 hari.
Pengujian kuat lentur balok menghasilkan nilai kuat lentur pada balok normal sebesar 3,396
MPa. Nilai kuat lentur pada balok yang disambung pada umur 3 hari, 7 hari, dan 14 hari berturut-
turut sebesar 1,652 MPa; 2,472 MPa; dan 1,650 Mpa. Selisih nilai kuat lentur balok normal dengan
balok sambungan hari sesuai variasi umur beton berturut-turut sebesar -51,35%; -27,21%; dan -
51,41%. Berdasarkan hasil pengujian, penggunaan Sikacim Bonding Adhesive belum mampu
membuat balok dengan sambungan mencapai atau melebihi kuat lentur yang dihasilkan oleh balok
beton tanpa sambungan, sedangkan umur penyambungan yang mendekati kekuatan balok tanpa
sambungan pada penelitian ini adalah saat beton lama berumur 7 hari.