Pengaruh Kuat Arus Listrik Terhadap Kualitas Warna Pada Proses Anodizing Menggunakan Pewarna Alami Temulawak Pada Aluminium 6061
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Proses anodizing atau anodisasi adalah proses pembentukan lapisan oksida pada logam, terutama aluminium, dengan cara bereaksi atau mengkorosikan logam tersebut dengan oksigen (O2) yang diambil dari larutan elektrolit sebagai media, sehingga terbentuk lapisan oksida. Kuat arus dan waktu memegang peranan penting pada pembentukan lapisan oksida. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kuat arus listrik terhadap kualitas warna dalam proses anodisasi dengan pewarna alami temulawak (Curcuma xanthorrhiza). Pewarna alami temulawak dipilih karena memiliki kandungan kurkumin yang sifatnya memberikan warna kuning khas dan ramah lingkungan. Pada penelitian ini, variasi kuat arus 2, 6, dan 10 Ampere dengan waktu pencelupan yang sama yaitu 30 menit digunakan untuk menentukan bagaimana arus listrik mempengaruhi ketebalan lapisan oksida yang terbentuk serta intensitas warna yang dihasilkan dengan spesimen yang digunakan yaitu aluminum 6061. Pada arus 10 Ampere, warna yang dihasilkan lebih kuat dibandingkan dengan 2 dan 6 Ampere, yang menunjukkan korelasi langsung antara peningkatan arus listrik dan intensitas warna pada hasil anodisasi. Kesimpulannya, variasi kuat arus listrik berdampak langsung terhadap kualitas warna hasil anodisasi, dengan arus yang lebih tinggi menghasilkan lapisan oksida lebih tebal dan pori-pori yang lebih besar sehingga warna lebih meresap dan intens.