<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengembangan Stakeholder Management Plan pada Pembangunan Jalan Tol Untuk Meningkatkan Kinerja Proyek dari Sisi Waktu

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Paket 1A terdapat permasalahan yang disebabkan oleh kurang optimalnya pengelolaan stakeholder, khususnya dalam proses pembebasan lahan. Proyek ini memiliki peran strategis sebagai infrastruktur transportasi sekaligus pengendali banjir rob, sehingga kinerja waktu menjadi aspek yang sangat penting. Keterlambatan yang terjadi menunjukkan adanya kendala dalam koordinasi, komunikasi, serta kolaborasi antar stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan stakeholder management plan untuk meningkatkan kinerja proyek dari sisi waktu dengan mengidentifikasi stakeholder, menganalisis tingkat pengaruh stakeholder, mengidentifikasi variable dan indicator yang mempengaruhi kolaborasi stakeholder, serta menyusun stakeholder management plan. Penelitian ini mengacu pada PMBOK 6th Edition, meliputi proses identifikasi stakeholder (identify stakeholders), analisis tingkat pengaruh dan kepentingan stakeholder, pemetaan stakeholder (stakeholder mapping), serta perencanaan keterlibatan stakeholder (stakeholder engagement). Data diperoleh melalui studi literatur, observasi, dan kuesioner kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proyek. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi stakeholder utama, menentukan variabel dan indikator yang memengaruhi kolaborasi, serta menyusun strategi pengelolaan stakeholder yang sistematis dan terarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stakeholder dalam Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Paket 1A terbagi menjadi stakeholder internal (5 pihak) dan eksternal (23 pihak). Stakeholder paling dominan berdasarkan analisis power–interest adalah Dinas Bina Marga, Kontraktor Pelaksana, dan Gubernur Jawa Tengah. Keberhasilan kolaborasi dipengaruhi oleh faktor utama, yaitu prakondisi, proses kolaborasi, ruang kolaborasi, model kolaboratif, serta hambatan kolaborasi. Penyusunan manajemen stakeholder menghasilkan dokumen strategis berupa daftar stakeholder, pemetaan stakeholder, serta matriks keterlibatan, yang apabila diterapkan dapat meningkatkan kolaborasi dan mendukung kinerja proyek.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By