<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Identifikasi Sebaran Mikroplastik Pada Tanah Area Lahan Pertanian Sekitar Pantai Parangtritis

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Plastik adalah bahan yang selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi sifatnya yang sulit terurai menyebabkan masalah bagi lingkungan. Salah satu dampak yang saat ini menjadi sorotan adalah terbentuknya mikroplastik, partikel plastik yang memiliki ukuran kurang dari 5 mm dan dapat mencemari lingkungan baik di daratan maupun perairan. Keberadaan mikroplastik di tanah pertanian dapat memengaruhi kualitas tanah, mengganggu aktivitas mikroba serta dapat berdampak pada hasil panen dan keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran mikroplastik di tanah pertanian sekitar pantai Parangtritis, terutama di area sawah yang ditanami tanaman padi dan cabai. Pada penelitian ini menggunakan metode dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Proses identifikasi dilakukan dengan menggunakan mikroskop untuk memeriksa jumlah, bentuk dan warna partikel serta menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) untuk menganalisis jenis polimer yang ada. Hasil penelitian menunjukkan mikroplastik terdeteksi di semua lokasi pengambilan sampel dengan variasi dalam penyebaran dan karakteristik tertentu. Temuan ini membuktikan adanya potensi pencemaran mikroplastik pada lahan pertanian yang berhubungan dengan aktivitas manusia pada semua titik lokasi pengambilan sampel dengan variasi jumlah antara 22 hingga 61 partikel setiap 100 gram tanah, dan kelimpahan berkisar 220 hingga 610 partikel per kilogram. Titik dengan jumlah terbanyak terletak di titik 12 yang memiliki 610 partikel per kilogram sedangkan jumlah terendah di titik 7 dengan 220 partikel per kilogram. Jenis mikroplastik yang paling umum ditemukan adalah fragmen diikuti oleh film dan fiber, sementara jenis foam dan pellet tidak terdeteksi. Warna paling sering ditemukan adalah hitam (50,48%), diikuti oleh kuning (26,98%) dan oranye (11,43%) yang berasal dari aktivitas pertanian seperti penggunaan mulsa, tali rafia, dan karung pupuk. Hasil analisis FTIR mengungkapkan adanya polimer utama yaitu Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), Polyvinyl Choloride (PVC), Nylon, dan Polymethel Methacrylate (PMMA). Secara keseluruhan, hasil ini menunjukan adanya kontaminasi mikroplastik di lahan pertanian yang berkaitan erat dengan aktivitas manusia di sekitar lokasi penelitian.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By