<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Pengungkapan Praktik Sustainable Procurement dalam Laporan Keberlanjutan PT Amman Mineral Internasional Tahun 2024 Berdasarkan Klausul 7 ISO 20400:2017

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Industri pertambangan memiliki keterkaitan erat dengan rantai pasok, sehingga dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi tidak hanya berasal dari aktivitas operasional perusahaan, tetapi juga dari aktivitas pemasok dan mitra bisnisnya. Procurement menjadi fungsi strategis dalam mengintegrasikan pertimbangan keberlanjutan melalui pendekatan sustainable procurement. PT Amman Mineral Internasional Tbk telah mengungkapkan sejumlah kebijakan terkait sustainable procurement dalam Laporan Keberlanjutan tahun 2024, namun informasi tersebut masih tersebar dan belum disusun berdasarkan tahapan proses procurement sebagaimana diatur dalam Klausul 7 ISO 20400:2017. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat implementasi sustainable procurement PT Amman Mineral Internasional Tbk berdasarkan indikator Klausul 7 ISO 20400:2017 serta menyusun usulan perbaikannya. Penelitian dilakukan melalui directed content analysis menggunakan NVivo 15 terhadap Laporan Keberlanjutan tahun 2024 pada 24 Key Performance Indicator, dengan pemberian skor disclosure dan substansi berskala 0–3, yang selanjutnya divalidasi oleh tujuh expert melalui Google Form dan Focus Group Discussion. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai disclosure sebesar 56% dan substansi sebesar 57%. Kategori Membangun dari Proses yang Sudah Ada serta Meninjau dan Mempelajari Kontrak memperoleh nilai tertinggi (67%), sedangkan kategori Perencanaan dan Memilih Pemasok memperoleh nilai terendah (50%). Kategori Mengelola Kontrak menjadi satu-satunya kategori dengan gap antaraspek, yaitu substansi (62%) lebih tinggi daripada disclosure (57%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa perusahaan telah menunjukkan upaya pengintegrasian keberlanjutan dalam proses pengadaan, tetapi belum optimal secara sistematis dan menyeluruh pada seluruh tahapan. Usulan perbaikan disusun melalui analisis fishbone diagram dan 5 Whys yang mengacu pada best practices SCOR 14, meliputi penyusunan SOP sustainable procurement, strategi perencanaan pengadaan berkelanjutan, pedoman spesifikasi berbasis ESG, matriks evaluasi pemasok, sistem pelaporan kinerja pemasok, serta prosedur post-contract review, dengan prioritas utama pada kategori Perencanaan dan Memilih Pemasok.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By