Tuhan Selalu Ada: Studi Kasus Kualitatif Pemaknaan Hidup Narapidana Laki-Laki
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana strategi narapidana laki-laki memaknai kehidupannya selama menjalani masa hukuman serta faktor-faktor yang memengaruhi proses tersebut. Kehidupan di lembaga pemasyarakatan (lapas) menghadirkan berbagai keterbatasan dan tekanan psikologis yang dapat memengaruhi kondisi mental individu, sehingga diperlukan kemampuan untuk beradaptasi dan menemukan makna hidup. Sejalan dengan temuan Frankl (2017) bahwa makna hidup merupakan dorongan utama manusia untuk tetap bertahan bahkan dalam kondisi penderitaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Studi kasus. Partisipan merupakan narapidana laki-laki yang sedang menjalani masa hukuman. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis melalui pengkodean dan kategorisasi tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan hidup narapidana berkembang melalui beberapa tahapan, yaitu respons awal berupa krisis makna, refleksi diri, penerimaan, penguatan spiritualitas, dukungan sosial, serta orientasi masa depan. Spiritualitas menjadi tema yang paling dominan, di mana individu memaknai pengalaman hidupnya melalui kedekatan dengan Tuhan. Selain itu, keterbatasan lingkungan lapas justru berperan sebagai ruang refleksi yang memperkuat pemaknaan diri. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam kondisi keterbatasan sekalipun, individu tetap memiliki kapasitas untuk menemukan makna hidup melalui proses refleksi, spiritualitas, dan relasi sosial.